Senin, 04 Juni 2012

Perbedaan Opensource dan Lisensi Software


1.      Open source software


            Komputer membutuhkan software untuk melaksanakan tugasnya. Software ini dibuat oleh beberapa pengembang software. Dari beberapa model pengembangan software, model pengembangan open source software  merupakan salah satu bagiannya.  Model ini telah digunakan secara luas dalam 20 tahun terakhir ini. Banyak sekali teknologi yang merupakan hasil dari model pengembangan ini yang digunakan sehubungan dengan software yang diproduksi oleh industri software komersial dan hasilnya telah memberikan kemajuan besar dalam hal kapabilitas, kemampuan, aksesibilitas dan keterbelian dari software tersebut.
            Model pengembangan open source software  ini dilakukan dengan cara memberikan kebebasan bagi semua orang untuk melihat dan mengetahui serta mengubah kode software  yang bersangkutan. Dengan cara ini maka diharapkan akan ada seseorang yang memiliki kemampuan pemrograman memadai untuk dapat melihat kode program tersebut dan menemukan bugs serta kelemahan-kelemahan yang terdapat didalamnya untuk kemudian melakukan perbaikan agar bugs dan kelemahan-kelemahan tersebut dapat dihilangkan. Dengan adanya bantuan-bantuan pihak luar untuk memperbaiki bugs dan kelemahan-kelemahan dalam suatu software maka pengembangan metode ini diyakini/diharapkan dapat meningkatkan keamanan software yang dikaji.


2.      Lisensi Software
           
            Lisensi dalam pengertian umum dapat diartikan memberi izin. Pemberian lisensi dapat dilakukan jika ada pihak yang memberi lisensi dan pihak yang menerima lisensi, hal ini termasuk dalam sebuah perjanjian. Definisi lain, pemberian izin dari pemilik barang/jasa kepada pihak yang menerima lisensi untuk menggunakan barang atau jasayang dilisensikan. Berbeda dengan open source software, model pengembangan Lisensi  Software tidak memberikan kebebasan bagi pihak lain selain pihak pengembang untuk melihat kode program yang mereka produksi. Kalaupun ada pihak lain yang diizinkan untuk melihat kode program tersebut, hal itu hanya berlaku bagi kalangan tertentu yang telah dipercaya oleh pihak pengembang untuk melakukan perbaikan pada program tersebut dan dipercaya tidak akan melakukan hal-hal yang dapat merugikan perusahaan yang bersangkutan.
            Model pengembangan Lisensi Software ini kebanyakan dilakukan oleh para pengembang software komersial dengan alasan untuk mencegah diketahuinya kelemahan dalam program mereka, yang dapat berakibat/ berdampak memungkinkan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan hal-hal yang merugikan perusahaan pengembang dan para pemakai software tersebut. LISENSI Perangkat Lunak Komputer

  1. Lisensi Commercial
Adalah Jenis lisensi yang biasa ditemui pada
Perangkat lunak yang dibuat dengan lisensi ini perangkat lunak seperti Microsoft dengan Windows dan Office, Lotus, Oracle dan sebagainya.memang dibuat untuk kepentingan komersial sehingga pemakai yang ingin menggunakannya harus membeli atau mendapatkan izin penggunaan dari pemegang hak cipta.

  1. Lisensi Trial Software
Adalah jenis lisensi yang biasa ditemui pada perangkat lunak untuk keperluan demo dari sebuah perangkat lunak sebelum diluncurkan ke masyarakat. Lisensi ini mengizinkan pengguna untuk menggunakan, menyalin, atau menggandakan perangkat lunak tersebut secara bebas.
Namum karena  bersifat demo, sering kali perangkat lunak dengan lisensi ini tidak memiliki fungsi dan fasilitas selengkap versi komersialnya. Lagipula, perangkat lunak versi demo biasanya dibatasi oleh masa aktif tertentu. Contoh: Program Adobe Photoshop CS Trial Version 30 for days.

  1. Lisensi Non Commercial Use
Biasanya diperuntukkan untuk kalangan pendidikan atau yayasan tertentu di bidang social. Sifatnya yang tidak komersial, biasanya gratis tetapi dengan batasan penggunaan tertentu.
Contoh: Perangkat lunak yang memiliki lisensi ini adalah program star office yang dapat berjalan di bawah system operasi Linux dan Windows sekaligus.

  1. Lisensi Shareware
Mengizinkan pemakainya untuk menggunakan, menyalin, atau menggandakan tanpa harus meminta izin pemegang hak cipta.
Berbeda dengan trial software, Lisensi ini tidak dibatasi oleh batas waktu dan memiliki feature yang lengkap.
Lisensi ini biasanya ditemui pada perangkat lunak perusahaan kecil. Beberapa contoh lisensi ini: Winzip, Paint Shop Pro, ACD See.

  1. Lisensi Freeware
Biasanya ditemui pada perangkat lunak yang bersifat mendukung atau memberikan fasilitas tambahan. Contohnya: Plug in Power point, Adobe PhotoShop.

  1. Lisensi Royalty-Free Binaries
Serupa dengan freeware, hanya saja produk yang ditawarkan adalah library yang berfungsi melengkapi perangkat lunak yang sudah ada dan bukan merupakan suatu perangkat lunak yang berdiri sendiri.

  1. Lisensi Open Source
Adalah lisensi yang membebaskan penggunannya untuk menjalankan, menggandakan, menyebarluaskan, mempelajari, mengubah dan meningkatkan kinerja perangkat lunak.
Berbagai jens lisensi open source seperti lisensi GNU/GPL, the FreeBSD, the MPL. Sedangkan jenis-jenis perangkat lunak yang memakai lisensi ini, misalnya Linux, sendmail, apache dan FreeBSD.
Dalam system lisensi, Open Source menjadi suatu alternative perkembangan program computer yang memiliki kekuatan hukum sendiri.



3.      Open source software vs Lisensi Software


            Komunitas pendukung open source dan software gratis mengatakan bahwa model pengembangan dengan open source software merupakan hal yang baik untuk meningkatkan kehandalan dan keamanan suatu software karena akan banyak pihak yang terlibat dalam perbaikan bugs serta kelemahan-kelemahan software tersebut.  Pendapat ini memperoleh tentangan dari pihak-pihak lain, terutama pihak pengembang software komersial karena terbukanya akses ke kode program akan memberikan hal yang menguntungkan bagi para hacker untuk dengan mudah mengetahui kelemahan-kelemahan suatu sistem dan menggunakan kelemahan-kelemahan tersebut untuk melakukan tindakan-tindakan yang dapat merugikan pengguna dan pembuat software. Jadi manakah yang lebih baik dalam hal keamanan, open source software atau Lisensi Software ?
            Model pengembangan open source software dapat memberikan perbaikan dalam hal keamanan suatu software dan hal ini memang diakui oleh banyak pihak, termasuk pengembang software komersial yang menentang model ini. Akan tetapi, jika pada software yang dikembangkan dengan model ini ternyata masih terdapat bugs dan kelemahan yang kemudian merugikan pengguna software tersebut, maka siapakah yang harus bertanggung jawab? Programmer  yang membuat software, orang-orang yang berkontribusi dalam memperbaiki program, penyedia program atau pengguna software itu sendiri? Dengan semakin kritisnya fungsi dari suatu software, maka hal ini akan menjadi semakin penting. Sebaliknya untuk model pengembangan Lisensi Software, pihak yang bertanggung jawab tentu saja pengembang software dan mereka tentu saja akan berusaha memberikan tingkat keamanan tertinggi untuk software yang mereka produksi. Mereka akan menginvestasikan semua yang hal yang diperlukan untuk menjaga kepercayaan konsumen terhadap produk mereka.
            Kebebasan untuk mengakses kode program suatu software akan memberikan kemudahan bagi banyak programmer untuk ikut ambil bagian dalam melihat, mempelajari dan memperbaiki software tersebut. Selain itu, dengan metode lisensi tertentu, mereka dapat mengembangkan dan mengimplementasikan software yang mereka perbaiki. Akan tetapi, perlu disadari bahwa hal ini sama sekali tidak menjamin bahwa software tersebut akan menjadi aman karenanya. Pengalaman menunjukkan bahwa para pengembang yang mengakses kode program tersebut cenderung untuk mengubahnya daripada menganalisa kelemahan dan memperbaikinya sementara para programmer yang mengakses kode program tersebut cenderung menggunakannya untuk membangun dan memelihara sistem mereka sendiri. Kecenderungan lainnya adalah bahwa tidak semua software yang kode programnya dibuka untuk umum akan dilihat oleh pengguna akses. Mereka lebih tertarik untuk melihat kode program yang terkenal dan perlu dicatat bahwa tidak semua bagian akan mereka lihat.
            Kebebasan yang tak terbatas bagi tiap orang untuk mengakses kode program merupakan pedang bermata dua bagi software itu sendiri. Hal ini disebabkan karena kebebasan ini memberikan informasi tentang kelemahan software. Kemudian, yang terjadi adalah eksploitasi kelemahan. Para hacker  akan menggunakan kelemahan ini untuk melakukan hal-hal yang dapat merugikan pengguna software tersebut. Akibatnya akan lebih buruk jika software tersebut merupakan software yang vital bagi pengguna karena akan memungkinkan terjadinya penipuan, pencurian identitas, pencurian informasi, dan sebagainya. Berikut ini adalah contoh-contoh eksploitasi kelemahan yang terjadi pada software yang dikembangkan dengan model open source :
  • Ditemukannya cacat pada bahasa pemrograman PHP yang mengakibatkan rentannya kurang lebih 9.000.000 situs terhadap serangan hacker.
  • Adanya bug pada program enkripsi Open SSH yang digunakan untuk mengamankan komunikasi antara komputer yang berbasis linux sehingga komputer tersebut rentan terhadap serangan dari luar.
  • Cacat pada software Zlib Compression Library yang menyebabkan sistem linux sebagai sasaran potensial bagi para hacker.
            Kemampuan untuk setiap programmer untuk memberikan kontribusi perbaikan kode program memang memberikan kemungkinan yang lebih besar dalam menemukan solusi masalah keamanan. Tapi hal ini tidaklah menjamin kualitas perbaikan yang telah dilakukan. Lebih jauh lagi, banyak bukti yang menyatakan bahwa model pengembangan open source software membutuhkan lebih banyak waktu dan biaya dalam pelaksanaannya. Hal ini tidak terjadi pada model pengembangan Lisensi Software. Sayangnya, programmer handal yang mampu menangani masalah pengembangan keamanan software sangatlah terbatas jumlahnya. Akibatnya, para pengembang software komersial kesulitan untuk memiliki tenaga ahli seperti ini dan kalaupun ada, maka diperlukan biaya yang tinggi untuk membayar tenaga mereka. Dengan semakin tingginya tuntutan konsumen akan keamanan maka mau tidak mau, pengembang software komersial harus bersedia menyediakan biaya lebih untuk membayar tenaga ahli ini dan menginvestasikan sejumlah anggaran untuk pelatihan tenaga ahli yang mereka butuhkan.
            Evaluasi lengkap dari suatu kode program untuk mendapatkan tingkat keamanan yang tinggi merupakan proses yang amat sulit, terutama untuk software yang besar dan kompleks, seperti Sistem Operasi. Selain itu, dengan bertambahnya jaringan dan komputer yang saling bergantung akan membutuhkan tingkat pengujian dan implementasi software yang lebih baik lagi dan peningkatan ini akan semakin besar seiring dengan semakin besarnya komunitas internet. Akibatnya adalah semakin banyaknya waktu dan biaya yang dibutuhkan untuk menguji software yang dikembangkan. Hal ini merupakan masalah besar bagi para pengembang open source software karena semuanya harus ditanggung oleh mereka sedangkan bagi para pengembang software komersial hal ini tidak begitu menjadi masalah karena mereka memiliki anggaran yang diambil dari keuntungan mereka.
            Untuk memperoleh sertifikasi dari pemerintah bagi software yang dikembangkan dengam model open source software, merupakan hal yang sulit terutama dalam proses dan biaya. Bahkan dengan dana yang cukup, terdistribusinya kontribusi kode program dan kurangnya dokumentasi yang seragam dari para kontributor pada tiap komponen dan sub-komponen dari software tersebut akan mempersulit sertifikasi. Proses ini akan semakin sulit karena proses sertifikasi harus mengikutsertakan fitur-fitur tambahan dan sub-komponen yang ditambahkan ke dalam software seiring dengan munculnya perbaikan-perbaikan baru dari kontributor.
            Pengembang software dengan model Lisensi mengembangkan software yang mereka produksi dengan menggunakan programmer-programmer yang mereka miliki. Dari survei pemakaian serta pengaduan yang dikirimkan oleh pengguna software mereka akan mengetahui bugs serta kelemahan yang masih terlewatkan saat pembuatan software serta melakukan semua perbaikan yang dibutuhkan untuk menghilangkan bugs serta kelemahan tersebut. Perbaikan yang dilakukan setelah software tersebut diluncurkan akan diberikan kepada konsumen melalui patch-patch yang dapat di download oleh konsumen melalui internet. Akan tetapi, dengan semakin banyaknya pengaduan yang dikirimkan konsumen, pihak pengembang akan kesulitan untuk memprioritaskan perbaikan yang harus dilakukan dan keberhasilan yang diperoleh tidak hanya akan bergantung pada berapa banyak kelemahan yang diidentifikasi dan diperbaiki, tetapi juga pada berapa banyak perbaikan ini dipasang dan digunakan.
            Penjelasan-penjelasan di atas memberikan gambaran tentang software model pengembangan open source dan model pengembangan Lisensi. Penjelasan tersebut dapat ditabelkan sebagai berikut :


Masalah keamanan merupakan masalah yang sangat kompleks dan rumit. Dari penjelasan-penjelasan diatas dapat diketahui bahwa model pengembangan memiliki efek yang netral terhadap masalah keamanan. Setiap model pengembangan memiliki peranan masing-masing yang penting dalam menciptakan software yang handal dan aman dan setiap model memiliki kelebihan dan kekurangan masing yang saling melengkapi satu sama lain.

4.      Sistem Keamanan pada Open Source.

Open source bekerja dalam open sistem. Secara garis besar sistim keamanan pada open source berkaitan dengan keamanan pada open sistem. Open system atau sistem terbuka mengacu kepada sistem komputer yang menggunakan antar muka standar yang terbuka. Standar sistem terbuka adalah spesifikasi antar muka yang dapat digunakan oleh semua vendor dalam pembuatan produk mereka.
Pentingnya standar sistim terbuka :
1.        mudah mendefinisikan antar muka pada berbagai platform.
2.        spesifikasi yang terbuka sangat diperlukan oleh vendor-vendor yang lain menggunakan sistim terbuka.

Keterbukaan spesifikasi memberikan keuntungan berupa berkurangnya ketergantungan suatu aplikasi terhadap sistem tertentu. Keterbukaan juga menyebabkan masalah keamanan atau sekuriti menjadi penting. Keamanan diperlukan dalam disain aplikasi. Dalam paper ini dibicarakan masalah keamanan open sistem yang berkaitan dengan standar yang ditetapkan oleh IEEE POSIX.
POSIX merupakan kumpulan standar yang didisain untuk membuat portabilitas aplikasi antar perangkat keras dan sistem operasi. Standar ini dibuat oleh IEEE Technical  Committee on Operating System. Komite ini menghasilkan dua standar utama :
  1. POSIX System Application Program Interface Standar yang mendefinisikan standar mekanisme dan layanan sistem dan sistem call yang menyediakan antarmuka antara program aplikasi dengan sistem.
  2. POSIX System Application Program Interface yang mendefinisikan masalah keamanan yang belum dicakup oleh POSIX System Application Program Interface Standar.
Antarmuka POSIX 6 diletakkan diantara aplikasi System Call dan System Operasi sehingga sebuah aplikasi dapat meminta akses kontrol mandatory pada file tanpa harus tahu bagaimana file tersebut disimpan.
Struktur data pada mekanisme yang digunakan oleh POSIX tidak mempengaruhi aplikasi yang menggunakannya. Aplikasi hanya mengetahui jenis aplikasi yang ada dalam struktur bukan tentang bagaimana struktur dibuat.

Open system terhubung dalam jaringan. Kegiatan yang menjadi ancaman bagi keamanan jaringan diantaranya adalah  peniruan (impersonating) user, eavesdropping, denial of service, packet replay, dan modifikasi paket.

Impersonating : dapat dilakukan oleh penyusup (cracker) diantaranya dengan menebak password, password trapping, dan menggunakan celah keamanan program yang digunakan.
Eavedropping : adalah kegiatan memungkinkan penyusup untuk menyalin aktivitas dalam jaringan. Sehingga penyusup dapat memperoleh data penting seperti password, data, dan informasi lainnya.
Denial of service : kegiatan yang dilakukan penyusup mengakibatkan penolakkan akses user yang sah oleh sistem sehingga sistem tidak dapat digunakan lagi.
Packet replay : merupakan rekaman atau transmisi balik paket pesan pada jaringan sehingga seorang penyusup dapat menggunakan paket tersebut untuk memperoleh autentikasi khusus dan bisa melakukan akses kepada sistem.
Modifikasi paket : dilakukan dengan merubah isi paket oleh penyusup sehingga mengakibatkan kerusakan isi data atau informasi yang dimiliki uleh user yang sah.

Standar yang terkait dengan Proteksi, Audit, dan Antarmuka Kendali mengacu kepada standar POSIX 6. Fungsionalitas  yang dicakup oleh mekanisme keamanan dalam POSIX adalah : mekanisme audit, kontrol akses secara diskresi, penamaan informasi, mandatory access control (MAC), dan privilege.

Sistem audit merupakan kumpulan rekaman audit yang berisi data tentang kejadian yang berkaitan dengan keamanan. Rekaman audit berisi atribut seperti waktu kejadian, status tiap kejadian, subjek dan objek kejadian. Sedangkan audit trail adalah rekaman audit yang berisikan kejadian-kejadian yang dicakup oleh jangkauan keamanan POSIX.
Antarmuka yang disediakan oleh POSIX Untuk mendukung mekanisme audit meliputi : perolehan dan rilis akses ke audit trial, menulis rekaman audit, membaca rekaman audit, sistim kendali auditing, analisa rekaman audit, dan penyimpanan rekaman audit.

Kontrol akses secara diskresi menggunakan akses kontrol dengan membatasi akses subjek kepada objek. Pembatasan ini dimaksudkan untuk memastikan hanya pemilik file yang sah yang dapat melakukan akses. Objek yang berhubungan dengan file dan berisi akses khusus user (pengguna) disebut access control list, yang menyediakan mekanisme untuk menerima/menolak akses user.

Privilege merupakan mekanisme yang digunakan untuk memberikan jaminan kepada user atau proses berupa kemampuan untuk mengerjakan suatu hal yang berkaitan dengan keamanan dengan waktu dan kondisi yang terbatas. POSIX menggunakan privilege yang berbasis pada kombinasi atribut privilege bagian sebuah proses dengan bagian sebuah file sehingga tidak berdasarkan kepada privilege user tertentu.
  
Standar POSIX 6 mendefinisikan batasan untuk setiap akses dengan melakukan pembandingan. Pembandingan ini dilakukan dengan label MAC yang berhubungan dengan subjek dan label MAC yang berhubungan dengan objek. Salah satu contoh pembandingan yang digunakan adalah tingkat kerahasiaan file. Antarmuka pada MAC menyediakan proses untuk memperoleh, memanipulasi, membandingkan, mengatur, dan mengkonversi label pada MAC.

Kriptografi melindungi integritas informasi dengan menggunakan proses autentikasi dan verifikasi. Istilah kriptografi berarti ilmu yang memetakan teks yang dapat dibaca atau plainteks menjadi teks yang tak dapat dibaca atau chiperteks atau sebaliknya. Fungsi kriptografi biasanya diimplementasikan dalam bentuk modul kriptografi yang memuat kombinasi hardware, firmware atau software yang membawa kriptographic logic.

Sistem kriptografi menyediakan dua fungsi kriptografi yaitu secret-key criptosystem dan public-key cripatosystem. Pada secret-key criptosystem, kunci rahasia digunakan oleh dua individu dengan atau lebih dan menggunakan kunci yang sama untuk melakukan enkripsi atau deskripsi pesan. Pada public-key criptosytem pengguna memakai beberapa pasangan kunci yaitu public key dan privat key. Kunci untuk proses enkripsi dan deskripsi pada public-key criptosytem tidak menggunakan satu kunci saja.

Layanan keamanan pada interaksi manusia dengan komputer pada sistem terbuka secara umum dikelompokkan pada
-          identifikasi dan autentikasi user, program, dan sistem lainnya,
-          pembatasan aktifitas user, program, dan sistem lainnya yang terkait dengan masalah otoritas.

Masalah yang tercakup dalam layanan keamaan pada interaksi manusia dengan komputer adalah identifikasi pengguna berupa physical key, password, dan biometric check.

Physical key adalah objek yang secara karakteristik menyebabkan kerahasiaan tertentu dan tidak mudah untuk dilakukan reproduksi ulang. Kunci fisik memiliki hal-hal berikut: bagian dari metal mesin yang digunakan untuk unlock komputer, device perangkat keras yang terhubung dengan kanal input-output yang dapat diakses oleh sistem dan dapat dieksekusi oleh program tertentu, smart card yang merupakan papan sirkuit dalam bentuk kartu kredit yang berisi memori yang nonvolatile dan bisa saja berisi perangkat CPU.
Password adalah deretan karakter yang kerahasiannya hanya diketahui antara pengguna dengan sistem. Password ini diletakkan dalam media simpan yang dapat  berbentuk mudah dibaca maupun dalam bentuk terenkripsi.
Biometrik check adalah metoda yang didasarkan kepada perbandingan dengan melakukan pembacaan karakteristik unik fisik manusia dengan nilai yang sudah tersimpan pada sistem. Bagian fisik yang biasa digunakan untuk karakteristik fisik adalah bagian tangan, gambar muka, retina, jari, dan suara.
Sistem sekuriti yang sudah disebutkan sebelumnya merupakan usaha yang umum dilakukan untuk mengamankan file-file dalam suatu sistem terbuka dari akses user yang tidak sah. Pengamanan pada lisensi software (CSS) juga ditingkatkan dengan tidak dapat diaksesnya source code. Dengan berbagai usaha yang sedemikian itu sistem masih mungkin diserang oleh penyusup. Open Source Software yang memberikan kebebasan bagi penggunanya untuk mengetahui source code program memiliki peluang yang lebih besar untuk diserang. Dari pemikiran sederhana dapat disimpulkan bahwa OSS kurang aman dibading CSS. Namun dalam bagian berikut ini ditunjukkan bahwa keterbukaan akses pengguna kepada source code justru memberikan keamanan yang lebih tinggi bagi OSS.
5.      Perbandingan Kasus Keamanan OSS  dengan CSS

Perhitungan sekuriti secara kuantitatif sangat sulit untuk dilakukan. Bagaimanapun juga disini beberapa usaha dilakukan sehingga dapat dilihat gambaran OSS lebih baik dibanding dengan rivalnya. Dalam hal ini dibuat perbandingan terahadap sistem Windows karena sulit untuk menghadirkan sitem yang lainnya karena semakin banyak sitem lain yang menuju sistem terbuka.

Berikut ini beberapa data perbandingan laporan keamanan dari OSS dengan CSS:
1.        Asuransi keamanan sistem J.S. Wurzler Underwriting Manager memasang tarif 5-15% lebih mahal untuk sistem yang menggunakan Windows dibanding dengan sistem GNU/Linux. Data dari Attrition org   menunjukkan bahwa 59%  dari sistem yang diserang beroperasi dalam Windows, 21%    Linux, 8% Solaris, 6% BSD, dan 6% sistem lainnya. Situs defaced.alldas.de melaporkan bahwa trend ini meningkat dimana pada July 12, 2001, 66.09% situs yang diserang hacker beroperasi dalam sistem Windows, bandingkan dengan 17.01% for GNU/Linux, dari 20,260 websites yang diserang.

2.        Database Kerentanan Bugtraq dalam penelitiannya pada tahun 1999-2000 menunjukkan operating system yang paling tahan taerhadap serangan adalah OSS. Data statistik diperlihatkan dalam tabel berikut   (17 September 2000). Angka yang ada menunjukkan tingkat kerentanan (mudah diserang) dalam skala serangan terhadap GNU/Linux. 

OS
1997
1998
1999
2000
Debian GNU/Linux
2
2
30
20
OpenBSD
1
2
4
7
Red Hat Linux
5
10
41
40
Solaris
24
31
34
9
Windows NT/2000
4
7
99
85

3.      Vendor OSS Red Hat  merespon lebih cepat dari pada Microsoft  atau Sun (keduanya closed source software) dan Sun paling lambat merespon dan memberikan laporan tentang adanya serangan. Red Hat memiliki waktu reses 348 hari dengan 31 laporan, dengan waktu rata-rata 11,23 hari menjejak sejak saat serangan.  Microsoft   memiliki  982 hari reses untuk 61 laporan, yang rata –rata 16,1 hari untuk menjejak sejak saat serangan. Sedangkan Sun memerlukan waktu reses 716 hari untuk hanya 8 laporan.

Analisis advisori  1999
Vendor
Hari Reses Total
Total laporan
Hari reses per pelaporan
Red Hat
348
31
11.23
Microsoft
982
61
16.10
Sun
716
8
89.50

4.        Suatu survey pada tahun 2002 oleh Evans Data Corp.’s Spring 2002 Linux Developer Survey meneliti lebih dari 400 pengembang GNU/Linux menunjukkan sistem GNU/Linux  relatif tahan terhadap serangan luar. Dari keseluruhan responden 84% yakin sistem terbuka tahan terhadap serangan penyusup.

5.        Majalah Eweek edisi 20 Juli 2001mnunjukkan bahwa vendor Apache sudah memiliki catatan keamanan yang lebih baik dari pada Microsoft’s IIS Pendiri dan CEO SecurityFocus, Arthur Wong, melaporkan analisa bahwa berdasarkan data SecurityFocus  IIS diserang 1400 kali lebih sering dari pada Apache dalam tahun  2001 dan Windows diserang lebih sering dari pada semua versi Unix. IIS diserang 17 juta kali, tapi Apache diserang hanya 12000 kali. Ini adalah perbandingan yang sangat mengejutkan karena ada dua kali lipat penggunaan sistem Apache di Internet. Dalam tahun 2001, sistem Windows diserang 31 juta kali, sedangakan sistem Unix diserang 22 juta kali.

6.        The Gartner Group merekomendasikan para pebisnis untuk beralih dari Microsoft IIS kepada Apache atau iPlanet karena trek rekor keamanan IIS yang jelek, diantaranya $1.2 juta kerugian bisnis yang diakibatkan oleh serangan pada Code Red (yang tercakup dalam IIS) pada Juli 2001.

7.        Dr Nic Peeling and Dr Julian Satchell dalam Analysis of the Impact of Open Source Software menyatakan virus komputer membanjiri lebih banyak Windows dari pada sistem lainnya. Virus LoveLetter sendiri yang menyerang sistem Windows diperkirakan menimbulkan kerugian $960 juta dalam bentuk kerugian langsung  dan $7.7 juta dalam bentuk penurunan produktivitas. Dan ini juga menyatakan penjualan software antivirue beromzet $1 juta tiap tahunnya.

8.        Laporan dari SecurityTracker menyatakan dalam SecurityTracker Statistics (Maret 2002) dari hasil analisis kerentanan sejak April 2001 sampai Maret 2002 bahwa Microsoft paling rentan terhadap serangan penyusup.  Dari analisa terhadap 1595 laporan serangan meliputi  1175 produk dari 700 vendor, ditemukan bahwa Microsoft lebih rentan dari sistem lainnya (187, atau 11.7% dari keseluruhan serangan) berikutnya Sun (42, 2.6% total), HP (40, 2.5%), and IBM (40, 2.5%).

6. Contoh Opensource Software
            Jika kita browsing di Internet dengan kata kunci open source maka akan ditampilkan daftar beberapa situs yang memuat sorftware bersifat open source. Masing-masing situs berbeda dalam menyajikan software yang dapat didownload secara gratis tersebut.
Software tersebut juga dikelompokkan berdasarkan kategori, sebagai bahan pembanding berikut ini diambil dari salah satu situs yang memuat software berdasarkan kategori :
         

- Database                : Tuxx Racer, KeePass Password Save
- Desktop                  : GNU/Win32, KeePass Password Save
- Development         : Dev-C++, ZK - Ajax but no Javascript
- Enterprise              : Compiere ERP + CRM Business Solution, JasperReports - Java  Reporting
- Games                     : ZSNES, KoLmafia
- Multimedia             : Weka--Machine Learning Software in Java, ZK - Ajax but no JavaScript
- Networking            : FileZilla
- Security                  : Eraser, KeePass Password Safe
- Hardware               : Tcl, Open HPI
- SysAdmin              : TightVNC, phpMyAdmin
- VoIP                         : trixbox, freePBX
- CMS                                     : Atutor, os-Commerce, Joomla, Mambo, Moodle


7. JENIS-JENIS LISENSI SOFTWARE
Justisiari P. Kusumah [2006] menyebutkan bahwa ada beberapa jenis lisensi yang diberikan terhadap suatu software, antara lain:
a. Lisensi Komersial (Full Version)
Jenis lisensi komersial adalah lisensi yang diberikan kepada software-software yang bersifat komersial dan digunakan untuk kepentingan-kepentingan komersial (bisnis). Misalnya : sistem operasi Microsoft Windows (98, ME, 200, 2003, Vista), Microsoft Office, PhotoShop, Corel Draw, Page Maker, AutoCAD, beberapa software Anti Virus (Norton Anti, MCAffee, Bitdefender, Kaspersky), Software Firewall (Tiny, Zona Alarm, Seagate), dan lain sebagainya. Tidak ada jalan lain yang diperbolehkan untuk mendapatkan lisensi software ini kecuali dengan membayar sejumlah harga yang telah ditetapkan.
b. Lisensi Percobaan/Shareware Licensi
Jenis lisensi percobaan software (shareware) adalah jenis lisensi yang diberikan kepada software-software yang bersifat percobaan (trial atau demo version) dalam rangka uji coba terhadap software komersial yang akan dikeluarkan sebelum software tersebut dijual secara komersial atau pengguna diijinkan untuk mencoba terlebih dahulu sebelum membeli software yang sebenarnya (Full Version) dalam kurun waktu tertentu, misalnya 30 s/d 60 hari.
Termasuk pula dalam lisensi jenis ini ada evaluation version dimana software yang diluncurkan belum bisa disebut full version, dengan tujuan sebagai evaluasi kinerja software tersebut. Sehingga, user akan memberikan feedback kepada developer software yang berguna sebagai penyempurnaan software tersebut, baik dari segi tampilan atau bahkan adanya bug dalam software tersebut. Misalnya saja saat Windows 7 versi evaluation diujicobakan secara gratis namun hanya berfungsi selama kurang lebih 1 tahun sejak Mei 2009 dan akan berakhir Juni 2010, meskipun sekarang telah diluncurkan versi lengkapnya.
Yang termasuk shareware di antaranya adalah nagware, dimana pada software tersebut sering muncul peringatan yang akan hilang jika melakukan registrasi (membayar), namun software tersebut masih tetap bias digunakan meski belum diregistrasikan. Misalnya, ACDSee (sampai versi 2.42)
c.  Lisensi Software Terbatas/Limited License
Jenis lisensi terbatas adalah jenis lisensi yang diberikan kepada software-software yang bersifat non komersial/freeware dan digunakan hanya untuk kepentingan-kepentingan non komersial seperti pada instritusi pendidikan (sekolah dan kampus) dan untuk penggunaan pribadi, misalnya antivirus SmadAV yang bukan versi PRO, dan sebagainya.
d. Lisensi Bebas Pakai/Freeware License
Jenis lisensi freeware adalah software/aplikasi yang bersifat gratis. Kita tidak perlu membeli atau memasukkan nomor serial (keygen) dari software tersebut, tapi hak cipta tetap milik pembuat software. Kita tidak boleh merubah hak cipta dan isi dari software tersebut, apalagi menjualnya ke orang lain. Dengan kata lain kita hanya boleh memakai saja. Dan sumber kodenya bersifat tertutup, atau closed source. Contoh dari aplikasi freeware adalah Winamp, Firefox atau Google Chrome, Yahoo!Mesenger, Pidgin, dan sebagainya.
Freeware, sesuai dengan namanya adalah software yang benar-benar gratis atau bebas untuk digunakan, developer software tidak pernah meminta Anda untuk membayar apapun kepadanya. Dalam beberapa kasus kemampuan freeware malah lebih bagus ketimbang software berbayar.

Beberapa freeware memberikan persyaratan bahwa software tersebut hanya boleh digunakan untuk penggunaan pribadi (personal) bukan untuk digunakan untuk keperluan komersil.
  • Stripware
Varian dari freeware yang menawarkan versi gratis dari software komersial dengan fasilitas yang terbatas, biasanya ditandai dengan pemberian nama Personal Edition/Lite Version/Basic.
Contoh : Eudora Lite, InnoculateIT Personal Edition, Real Player Basic, Linux (distribusi Corel)

  • Adware
Varian dari freeware yang menampilkan iklan pada tampilan software (umumnya berupa banner)
Contoh : GoZilla!, JetAudio (mulai versi 4.7), Eudora Pro (mulai versi 4.2)

  • Optionware
Varian dari freeware yang meminta imbalan secara sukarela dalam bentuk selain uang, misalnya : email (mailware), prangko (stampware), surat/kartupos, dll, bahkan ada yang meminta anda untuk menyumbang kan sejumlah uang kepada yang membutuhkan, bahkan ada yang hanya meminta Anda untuk berhenti menggerutu tentang sulitnya hidup (!).
e. Lisensi Open Source
Jenis lisensi Open Source adalah jenis lisensi yang diberikan kepada software-software yang source code penuhnya tersedia bagi siapa pun yang menginginkannya (untuk dimodifikasi) atau menggunakan hak cipta publik yang dikenal sebagai GNU Public License (GPL) yang bisa Anda baca secara lengkap di http://www.gnu.org.
Adapun prinsip dasar GPL berbeda dengan hak cipta, GPL pada dasarnya berusaha memberikan kebebasan seluas-luasnya bagi pencipta software untuk mengembangkan kreasi perangkatnya dan menyebarkannya secara bebas kemasyarakat umum (publik). Tentunya dalam penggunaan GPL ini kita masih terikat dengan norma, nilai dan etika. Misalnya sangatlah tidak etis apabila kita mengambil software GPL kemudian mengemasnya menjadi sebuah software komersial dan mengklaim bahwa software tersebut adalah hasil karya atau ciptaannya. Sebagai contoh, dengan menggunakan lisensi GPL sistem operasi Linux yang saat banyak beredar di masyarakat Linux dapat digunakan secara gratis di seluruh dunia, bahkan listing program-nya (Source Code) dalam Bahasa C dari sistem operasi Linux tersebut secara terbuka dan dapat diperoleh secara gratis di internet tanpa dikategorikan membajak software dan melanggar hak cipta (HKI).

8.      Kesimpulan
Dari uraian yang telah diberikan dapat disimpulkan bahwa :
a.    Sistem keamanan pada open source software dirancang untuk bekerja pada sistem terbuka dan terus mengalami pengembangan.
b.    Sistem keamanan open source software (OSS) masih memiliki kelemahan sehingga tidak terlepas dari serangan penyusup (hacker).
c.    Open source software memiliki tingkat kekebalan yang lebih baik dibandingkan dengan lisensi  software (CSS)
d.    Ada kecenderungan dunia teknologi informasi untuk beralih dari sistem yang menggunakan lisensi software kepada open source software.
e.    Lisensi memiliki hak cipta tetapi lisensi ada juga yang memberikan secara free trial biasanya 30hari,ada juga yang memberi free tetapi tidak dapat dikembangkan.












 

Referensi :

1.       Roger Needham, "Security and Open Source", http://www.idei.asso.fr:80/ Commun/ Conferences/Internet/OSS2002/Papiers/Needham.PDF
2.       Ross Anderson, "Security in Open versus Closed Systems - The Dance of Boltzmann, Coase, and Moore 
3.       Antone Gonsalves, "Report Rekindles Open Source vs. Microsoft Security Debate" http://www.internetwk.com/shared/printableArticle.jhtml?
4.       Rahmat Rafiudin, “Menguasai Security Unix”, Elex Media Komputindo, 2000.
5.       Wheeler, David. A.,  http://www.dwheeler.com/oss_fs_why.html
7.       http://www.networkcomputing.com/1201/1201f1b1.html
8.  http://www.gnu.org

1 komentar:

  1. Disini terdapat info yang saya cari-cari dan sangat membantu saya mempermudah menyelesaikan tugas ,terimakasih

    BalasHapus

Dilarang berkata - kata kotor dan sebagainya.